Mengapresiasi Ketahanan Ekonomi Indonesia Selama 2022 dan Jelang 2023 - BERITA JOGJA

Kamis, 29 Desember 2022

Mengapresiasi Ketahanan Ekonomi Indonesia Selama 2022 dan Jelang 2023

Oleh : David Falih Hansa

Sejauh tahun 2022 ini, memang terus terjadi pemulihan ekonomi nasional dan tercatat sangat positif meski dunia sedang banyak terjadi ketidakpastian finansial. Hal tersebut kemudian menjadikan para pakar ekonomi memprediksikan bahwa akan terus terjadi peningkatan pada pemulihan ekonomi nasional hingga tahun 2023 mendatang.

Data menunjukkan bahwa sejauh ini, pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat di Indonesia pada triwulan III tahun 2022 hingga berada di angka sebesar 5,72 persen secara tahunan (yoy). Tentu saja hal tersebut bisa dikatakan sebagai bentuk penguatan pemulihan ekonomi nasional. Pasalnya, ditunjukkan melalui pertumbuhan antar kuartal, yakni pada kuartal ketiga tahun 2022 tersebut jika dibandingkan pada kuartal kedua (antara Q3 dan Q2) terjadi peningkatan hingga sebanyak 1,8 persen (qtq).

Dengan memiliki tingkat pertumbuhan yang luar biasa tersebut, maka level Produk Domestik Bruto (PDB) nasional secara kumulatif hingga triwulan ketiga 2022 bahkan berada di level 6,6 persen, tentunya berada di atas level kumulatif jika dibandingkan dengan twirulan pertama hingga ketiga pada tahun 2019.

Menyorot adanya data tersebut, Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI), Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa sebenarnya rilisan data PDB kuartal ketiga oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut melebihi angka proyeksi. Pencapaian luar biasa yang berhasil dicapai oleh Indonesia tersebut menurutnya merupakan sebuah cerminan dari terus terjadinya penguatan pemulihan ekonomi nasional meski di tengah adanya ketidakpastian prospek ekonomi global.

Tidak bisa dipungkiri pula, peranan konsumsi masyarakat Indonesia untuk mendongkrak percepatan pemulihan ekonomi nasional juga sangat menguntungkan. Pasalnya, dari sisi pengeluaran sendiri, laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga bahkan masih relatif tinggi meski di tengah serba ketidakpastian ekonomi global, yang mana mencapai angka 5,4 persen (yoy).

Pemerintah RI juga terus mengupayakan banyak langkah untuk bisa mengendalikan laju inflasi di Tanah Air melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dibantu dengan banyaknya penguatan program dari Pemerintah sendiri seperti pada program perlindungan sosial dalam rangka mitigasi penyesuaian harga energi melalui Bantuan Subsidi Upah (BSU), Bantuan Langsung Tunai (BLT) hingga penyaluran bantuan melalui Pemerintah Daerah (Pemda). Seluruh upaya tersebut terbukti sangat ampuh untuk terus menjaga kesinambungan pemuihan daya beli yang dimiliki oleh masyarakat.

Sementara itu, Pengamat Properti, Anton Sitorus menjelaskan bahwa dengan adanya banyak optimisme akan pertumbuhan ekonomi nasional yang terus melesat hingga 5 persen pada tahun 2023 mendatang, maka mampu juga meningkatkan banyak sentimen positif, khususnya dalam industri properti yang akan terus mengalami pertumbuhan hingga tahun depan, utamanya bagi sektor logistik dan residensial.

Anton menambahkan bahwa sejatinya pemulihan perekonomian nasional di Indonesia sendiri sudah terus terjadi sejak tahun 2022, yang maka dirinya menilai bahwa pemulihan tersebut akan terus berlanjut dengan banyaknya optimisme hingga pada tahun 2023 ke depan.

Pendapat tersebut juga bisa dibuktikan dengan bagaimana catatan yang dimiliki oleh Bank Indonesia (BI), yang mana ikut menorehkan kredit kepemilikan rumah dan kredit pemilikan apartemen (KPR/KPA) pada tren yang positif dengan pertumbuhannya pada angka 8 persen secara tahunan (yoy).

Bukan hanya secara tahunan saja, melainkan peningkatan juga terjadi secara kuartalan, yang mana bank sentral melaporkan pada Kuartal ketiga tahun 2022 saja sudah terjadi pertumbuhan KPR/KPA mencapai 3,72 persen. Dikatakan, kenaikan tersebut bahkan menjadi yang tertinggi semenjak tahun 2020 lalu atau setelah dunia diguncang dengan adanya pandemi COVID-19.

Pada kesempatan lain, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo juga menegaskan bahwa memang secara umum kondisi ekonomi makro pada bangsa ini menjadi jauh lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, yakni tatkala pihak Pemerintah sudah melakukan reformasi struktural, yang mana salah satunya adalah mengenai urusan Surat Berharga Negara (SBN).

Kondisi tersebut kemudian ditanggapi oleh Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Fauzi Amro yang mengaku sangat merasa optimis dengan petumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2023 itu. Bukan hanya merasa optimis bahwa pertumbuhan ekonomi nasional akan terus membaik, namun dirinya juga mengaku bahwa ekonomi Tanah Air juga akan terus stabil di tengah ancaman ekonomi global.

Lebih lanjut, Fauzi juga memberikan dukungan kepada sikap tegas Presiden Jokowi yang mengimbau kepada para kementerian dan lembaga lainnya mampu lebih berani untuk bisa melaksanakan reformasi struktural dengan tujuan untuk menangkal segala hal yang mungkin saja membahayakan makro ekonomi Tanah Air.

Prediksi akan terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2023 mendatang terus digaungkan oleh para ahli. Hal tersebut dikarenakan memang sejauh tahun 2022 lalu, yang mana telah terjadi banyak gejolak finansial di dunia, namun bangsa ini tetap bisa bertahan dan terus mencatatkan pertumbuhan ekonomi nasional yang positif dan terus berkembang.

)* Penulis adalah kontributor Persada Institute

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda