BERITA JOGJA

trending

internasional

Ad Placement

Foto

opini

Jumat, 12 April 2024

Tol Indonesia dalam Kondisi Prima, Pemerintah Siap Layani Arus Balik Mudik 2024

Oleh : Suryo Mustafa )*

Mudik Lebaran merupakan tradisi tahunan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga. Mudik telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari budaya Indonesia. Setiap tahunnya, jutaan umat Muslim memanfaatkan momen ini untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan orang-orang tercinta. Pada perayaan Hari Raya Idul Fitri, proses mudik 2024 terbukti berjalan lancar tanpa peristiwa dan kendala berarti yang dialami para pemudik di berbagai wilayah.

Mesikipun terdapat kendala utama yang sering dihadapi oleh para pemudik seperti kemacetan yang terjadi di jalan raya dan kondisi jalan yang rusak. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kondisi jalan, termasuk pembangunan jalan tol agar kondisi jalan prima untuk mudik lebaran 2024.

Ketua Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI), Subakti Syukur mengatakan bahwa 1.782 KM jalan tol yang beroperasi di Indonesia dalam kondisi mantap dan siap melayani pergerakan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan bahwa koordinasi dengan pemangku kepentingan juga telah dilakukan guna untuk kesiapan sarana dan prasarana serta pengaturak lalu lintas yang dikoordinasikan bersama Kementrian PUPR dan Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri.


Tol Indonesia sendiri telah menjadi solusi yang efektif untuk mengurangi kemacetan di jalan raya. Dengan adanya jalan tol, pemudik dapat menikmati perjalanan yang lebih lancar dan cepat menuju tujuan mereka. Selain itu, jalan tol juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan, karena dilengkapi dengan fasilitas seperti penerangan yang memadai, marka jalan yang jelas, serta rambu-rambu lalu lintas yang lengkap.

Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Masyarakat Kementerian PUPR, Tulus Abadi mengatakan data dari Kementerian PUPR, total panjang tol yang dapat beroperasi di Indonesia sendiri yaitu 2.835,71 kilometer (KM) dengan rincian tol Trans Sumatra sepanjang 884,45 km, Jawa sepanjang 1.782,47 KM, Kalimantan sepanjang 97,27 KM, Sulawesi sepanjang 61,46 KM dan Bali 10,7 KM. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan bahwa jalan tol sudah siap digunakan untuk masyarakat yang ingin melakukan mudik lebaran 2024.


Salah satu tol yang sering dilalui untuk melayani pemudik Lebaran adalah Tol Trans Jawa. Tol ini merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia, dengan panjang mencapai 1.167 kilometer. Tol Trans Jawa menghubungkan Jakarta dengan Surabaya, melintasi beberapa kota besar seperti Semarang dan Solo. Dengan adanya Tol Trans Jawa, pemudik dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan efisien, karena mereka dapat menghindari jalur-jalur alternatif yang sering macet dan mempercepat jarak tempuh perjalanan para pemudik.


Selain Tol Trans Jawa, Tol Jakarta-Cikampek juga menjadi pilihan utama bagi para pemudik. Tol ini menghubungkan Jakarta dengan Cikampek, dan merupakan akses utama menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dengan adanya Tol Jakarta-Cikampek, pemudik dapat menghemat waktu perjalanan mereka, karena jalan tol ini memiliki jalur yang lebih lebar dan bebas hambatan.


Selain itu, pemerintah juga telah melakukan berbagai perbaikan dan pemeliharaan terhadap sarana serta prasarana pada jalan tol yang ada. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa jalan tol dalam kondisi prima dan siap melayani pemudik Lebaran. Pemeliharaan rutin meliputi perbaikan aspal, pembersihan saluran air, serta pemantauan terhadap kondisi jembatan dan viaduk. Selain itu, pemerintah juga telah meningkatkan keamanan di jalan tol dengan memasang kamera pengawas (CCTV) dan petugas kepolisian yang siap membantu jika terjadi kecelakaan atau gangguan lainnya.


Presiden Joko Widodo mengatakan antrean pemudik di sejumlah fasilitas transportasi publik hingga pada Lebaran 2024 relatif lebih terkendali dibandingkan periode serupa pada tahun sebelumnya. Pelaksanaan mudik yang relatif baik kali ini merupakan buah dari perencanaan yang matang dari para penyelenggara.

Dalam kesempatan yang berbeda, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kelancaran mudik lebaran kali ini tidak lepas dari peran pemangku kebijakan terkait. Sebagai contoh, TNI-Polri telah berperan membantu operator transportasi di musim mudik melalui program mudik gratis yang berhasil menekan penggunaan motor maupun kendaraan pribadi lainnya.

Perputaran uang selama bulan Ramadan dan libur Lebaran diperkirakan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2024 dan diprediksi mencapai Rp 157,3 triliun. Artinya pergerakan dalam angkutan lebaran menciptakan peluang dan manfaat yang sangat bernilai.


Mudik Lebaran adalah momen yang dinanti-nantikan oleh banyak orang. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk menjaga kondisi jalan dan memastikan kesiapan tol dalam melayani pemudik Lebaran. Dengan adanya tol Indonesia yang dalam kondisi prima dan siap melayani, diharapkan pemudik dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar menuju tujuan mereka. Semoga tradisi mudik Lebaran dapat terus menjadi momen yang membahagiakan bagi kita semua.

)* Penulis adalah Pengamat Infrastruktur asal Yogyakarta


Pentingnya Jaga Persatuan Nasional Pasca Pemilu

Oleh: Septian Dwi Ramadhan*

Menjaga persatuan nasional dalam momentum pasca Pemilihan Umum (Pemilu) seperti sekarang ini merupakan hal yang sangat penting. Bahkan seluruh masyarakat memiliki kewajiban yang sama untuk mewujudkannya.

Pasalnya, sejak awal berjalannya pesta demokrasi dan kontestasi politik harusnya mampu dijalankan dengan semangat persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa yang sedang berusaha untuk mencari sosok pemimpin masa depannya dalam rangka menjunjung tinggi asas demokrasi. Sehingga pelaksanaan kontestasi politik sendiri hendaknya justru bukan menjadi sebuah ajang yang memungkinkan terjadinya pecah belah antar kubu yang saling berseberangan.

Melakukan rekonsiliasi dan menjaga persatuan nasional adalah upaya untuk mempertahankan bangsa ini dari kemungkinan ancaman, baik itu dari pihak luar ataupun dari beberapa kelompok yang terus berupaya merongrong kesatuan nasional.
Menekankan betapa pentingnya menjaga persatuan nasional, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalimantan Selatan (Kalsel), Nurul Fajar Desira mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mampu menjaga semangat persatuan dan kesatuan pasca pelaksanaan Pemilu serentak 2024.

Membangun persatuan dan kesatuan usai pesta demokrasi memang sudah menjadi tugas bersama semua lapisan dan elemen masyarakat untuk terus memelihara asas demokrasi bangsa agar bisa berkembang dengan jauh lebih baik lagi, sehingga seluruh rakyat mengalami fase kedewasaan dalam berdemokrasi, yang mana ditandai dengan mampunya menerima apapun serta bagaimanapun hasil akhir yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Upaya persatuan juga terus digaungkan oleh para pemuda, yang tergabung ke dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (Bemnus) Wilayah Jawa Timur. Mereka mengajak kepada semua pihak untuk segera berhenti menyebarkan agitasi dan provokasi.

Ketika segala macam bentuk agitasi dan provokasi tersebut mampu diredam, maka bukan tidak mungkin secara bersama-sama bangsa ini sedang mendorong terciptanya rekonsiliasi dan konsolidasi damai kepada semua pihak, baik itu dari calon yang pernah berkontestasi, simpatisan hingga para tim pemenangan mereka.

Sekretaris Daerah Bemnus Jawa Timur, Daming Laisow berpendapat bahwa rekonsiliasi sendiri merupakan sebuah jembatan menuju harmoni nasional yang sangat penting untuk bisa diupayakan oleh seluruh elemen masyarakat agar bangsa ini tidak terus berlarut dan berkutat pada sentimen saja.

Para pemuda juga memiliki peranan yang strategis, bukan hanya sebagai garda terdepan untuk melakukan kontrol terhadap berjalannya asas demokrasi di negeri ini saja, tetapi para generasi penerus bangsa itu juga mampu menjadi jembatan untuk merawat kerukunan, keutuhan dan keakraban warga negara.

Salah satu hal yang sangat bermanfaat untuk dilakukan yakni terus menggaungkan penguatan akan literasi politik dan konsolidasi damai. Pasca terjadinya proses politik elektoral bernama Pemilu, maka sebenarnya masyarakat di Indonesia sedang dihadapkan pada potensi akan keterbelahan dan polarisasi.

Apabila konflik politik dukungan tersebut terus saja meruncing, maka sudah barang tentu akan berimbas pada harmonisasi warga negara. Tentunya jika dibiarkan, hal tersebut akan menjadi sebuah pola sosial yang sangat berbahaya bagi integrasi bangsa.

Generasi muda, milenial dan mahasiswa jelas memiliki peranan yang juga sangat penting untuk menjadi perekat keakraban berwarga negara, utamanya dalam momentum pasca Pemilu 2024. Pasalnya memang banyak sekali dijumpai di ruang publik hingga ruang digital terus terjadi narasi perpecahan akibat dukungan politik. Sehingga dalam hal ini, pemuda harus bisa tampil untuk memunculkan kontranarasi.

Tidak bisa dipungkiri, karena menjadi upaya bersama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk di dalamnya juga peranan dari media menjadi sangat penting untuk membantu dan mendorong terciptanya persatuan nasional.

Beberapa waktu ke depan, bangsa ini akan kembali menyelenggarakan kontestasi politik berupa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, sehingga dalam hal tersebut insan media juga harus memiliki komitmen kuat untuk terus menjaga suasana supaya tetap kondusif dan damai.

Dengan adanya bantuan dari insan media, maka tentunya segala bentuk dan jenis provokasi serta konflik yang bisa saja mengganggu stabilitas dan perdamaian negara bisa diredam dengan jauh lebih optimal.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi (Pimred) Banjarmasin Post, Royan Naimi menuturkan bahwa pihaknya jelas ingin menjalankan salah satu fungsi dari media untuk bisa memberikan ruang setelah terjadinya hiruk-pikuk Pemilu agar masyarakat bisa bersatu kembali.

Apa saja yang sempat menjadi perbedaan, baik itu secara pilihan, pandangan dan pendapat pada Pemilu beberapa waktu lalu hendaknya kini mampu disadari oleh masyarakat sehingga persatuan bisa kembali terwujud untuk bersama memajukan bangsa ini lebih baik lagi ke depannya.

Menjaga persatuan nasional pasca pelaksanaan Pemilu 2024 juga sama halnya dengan merawat keutuhan bangsa dari adanya ancaman akan pecah belah, disintegrasi bangsa hingga polarisasi yang bisa saja terjadi hanya karena perbedaan kubu dukungan politik dan tidak sesegera mungkin melakukan rekonsiliasi. Maka dari itu, menjadi sangat penting adanya rekonsiliasi dan konsolidasi tersebut.

*) Kontributor Lapak Baca Indonesia

Lindungi Masyarakat dari KST Papua, Danramil Paniai Gugur sebagai Pahlawan

Oleh: Ester Wambrau*

Komandan Rayon Militer (Danramil) Paniai gugur sebagai pahlawan bangsa karena rela mengorbankan nyawanya demi melindungi segenap masyarakat Bumi Cenderawasih dari teror Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua.

Tentunya melindungi seluruh masyarakat di Indonesia tanpa terkecuali, termasuk masyarakat orang asli Papua (OAP) merupakan kewajiban yang dimiliki oleh aparat keamanan. Maka dari itu, semua jajaran aparat keamanan sama sekali tidak ragu dan tidak takut meski mereka harus berjibaku mempertaruhkan keselamatan dan nyawanya sendiri serta gugur sebagai pahlawan bangsa.

Gugurnya Danramil Paniai di tangan KST Papua tersebut merupakan sebuah tindakan yang sangat mencerminkan bagaimana sosoknya sebagai pahlawan negeri untuk terus memastikan seluruh masyarakat di Bumi Cenderawasih tetap hidup dengan aman dari ancaman semua pihak.

Danramil 1703-04 Aradide, Paniai, Letnan Dua Infanteri (Letda Inf) Oktovianis Sogalrey gugur tertembak gerombolan separatis yang tergabung di dalam Komando Daerah Pertahanan XIII Kegepa Nipouda Paniai di bawah pimpinan Komandan Operasi Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM), mayor Osea Satu Boma berama dengan pasukannya. Pahlawan bangsa tersebut gugur ditembak oleh KST Papua di Jalan Trans Papua Paniai-Intan Jaya.

Kala itu, Danramil sedang melintas menggunakan motornya, kemudian langsung dicegat oleh sebanyak tiga orang pasukan Kelompok Separatis dan Teroris tersebut. Tidak hanya mencegat, namun mereka juga telah bersiap dengan menggunakan senjata laras panjang.

Gerombolan separatis itu dengan sengaja menunggu Letda Ind Oktovianis untuk melintas dan langsung melontarkan tembakan hingga korban terjatuh. Namun kekejaman dan kesadisan mereka tidak berhenti di situ saja, melainkan setelah korban terjatuh terkena tembakan, KST Papua kemudian langsung mendekat dan melakukan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam.

Sehingga Danramil Paniai tidak hanya menjadi korban tembak saja, namun dirinya juga dibacok beberapa kali oleh gerombolan yang bertentangan dengan ideologi bangsa tersebut, kemudian setelahnya ketiga pelaku itu langsung kabur melarikan diri.

Wilayah di Papua selama ini terus saja menjadi wilayah penuh konflik lantaran keterlibatan KST Papua yang terus saja menggencarkan aksi biadab mereka. Namun, meski di tengah rangkaian aksi kejam gerombolan teroris tersebut, aparat keamanan terus berupaya keras melindungi segenap elemen masyarakat dari ancaman mereka.

Bahkan, tidak hanya sekedar melindungi keamanan warga Bumi Cenderawasih saja, namun aparat keamanan juga terus berupaya untuk menghadapi seluruh tantangan sangat kompleks yang melibatkan berbagai macam aspek seperti politik, sosial dan ekonomi di provinsi paling Timur Tanah Air itu.

Terjadinya konflik berkepanjangan di Tanah Papua memiliki akar sejarah yang kompleks pula, yang mana di dalamnya tidak bisa dilepaskan dari peranan KST Papua yang terus mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan berbagai macam taktik kekerasan mereka demi mencapai tujuan politiknya sendiri.

Hal tersebut jelas menjadi ancaman yang sangat serius bagi keamanan warga sipil, juga menjadi ancaman yang nyata bagi aparat keamanan sendiri. Pasalnya, gerombolan separatis itu sama sekali tidak segan untuk melukai dan bahkan menghabisi nyawa aparat keamanan, sebagaimana yang terjadi pada kasus pembantaian pada Danramil Paniai.

Banyak sekali kesadisan dan kebiadaban yang digencarkan oleh KST Papua, mulai dari adanya serangan pada infrastruktur publik, kemudian adanya penculikan hingga bentrokan bersentara yang merupakan kejadian sangat disayangkan terjadi di Bumi Cenderawasih karena hal tersebut seharusnya tidak terjadi di sana.

Seharusnya, Tanah Papua merupakan tanah yang sangat aman dan nyaman serta damai untuk dihidupi oleh seluruh masyarakat. Dengan kekayaan alam yang sangat banyak itu, seharusnya Bumi Cenderawasih bagaimana surga kecil dari Indonesia.

Rangkaian seluruh aksi kekejaman Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua tersebut jelas sama sekali tidak bisa ditoleransi lagi, sehingga sudah menjadi tindakan yang sangat tepat jika aparat keamanan mampu mengambil tindakan hukum yang sangat tegas pada mereka.

Jangan sampai kejadian penembakan hingga pembantaian pada aparat keamanan, yakni pada Letda Inf Oktovianis tersebut terulang kembali dengan serangan gerombolan teroris itu dan semakin menambah banyak jumlah korban apabila mereka tidak segera ditindak hukum tegas.

Saatnya aparat keamanan pasukan gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN) mampu segera memberantas KST Papua dengan tegas dari Bumi Cenderawasih.

Ketegasan dari aparat keamanan merupakan hal yang penting untuk memberantas mereka yang selama ini terus melakukan gangguan keamanan di wilayah Papua, yang mana juga sangat mencederau kehidupan masyarakat orang asli Papua (OAP) di tanahnya sendiri.

Tindakan Komandan Rayon Militer (Danramil) 1703-04 Aradide, Paniai, Letnan Dua Infanteri (Letda Inf) Oktovianis Sogalrey yang melindungi segenap tumpah darah Indonesia yakni masyarakat di Papua dari ancaman KST merupakan sebuah tindakan yang sangat mencerminkan jiwa patriotisme tinggi. Dirinya telah gugur sebagai sosok pahlawan bangsa.

*) Mahasiswa Papua Tinggal di Jakarta

Jadi Bagian Integral NKRI, Papua Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Oleh: Marthens Kossay*

Papua merupakan kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang sebagai bagian integral yang sama sekali tidak bisa terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut dikarenakan untuk bisa mewujudkan Visi Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang, maka sudah barang tentu harus ada kontribusi positif dari berbagai daerah di Tanah Air bahkan hingga pelosok, tidak terkecuali Papua juga sebagai bagian integral dari NKRI.

Pasalnya, apapun yang terjadi di Papua juga akan mendatangkan dampak baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada NKRI karena jika diibaratkan sebagai kesatuan tubuh, maka jika terdapat salah satu bagian tubuh yang sakit, tentunya keseluruhan tubuh akan merasa tidak nyaman. Demikian halnya dengan Papua dan NKRI, jika Papua mengalami kemajuan yang positif, tentunya hal itu juga mendorong perkembangan bangsa.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKN), dr. Hasti Wardoyo mengatakan bahwa seluruh generasi muda di Bumi Cenderawasih sejatinya merupakan anak-anak yang cerdas dan bisa berkontribusi untuk menyambut visi Indonesia Emas 2045.

Jika generasi muda penerus bangsa di Papua merupakan anak-anak yang cerdas, maka mereka akan mencerdaskan keluarganya juga sehingga nantinya akan mendatangkan dampak sangat luar biasa bagi lingkungan secara menyeluruh.

Untuk bisa mencapai Indonesia Emas 2045, maka peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terlebih dari kalangan para pemuda memang merupakan hal yang wajib untuk dilakukan di seluruh wilayah Tanah Air, termasuk pada Papua.

Adanya peningkatan kualitas SDM di Papua bisa ditandai dengan beberapa hal seperti semakin berkurang atau menurunnya angka stunting di sana sehingga generasi penerus bangsa dari Bumi Cenderawasih merupakan anak-anak yang memiliki kualitas unggul.

Ketika generasi muda penerus di Papua merupakan anak-anak dengan kualitas unggulan, maka hal tersebut akan menjadi kunci penting akan kesuksesan menuju visi Indonesia Emas tahun 2045 yang juga telah sejalan dengan arahan langsung Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi), bahwa untuk bisa menuju pada visi Indonesia Emas 2045 memang harus bersumber dari peningkatan SDM yang unggul.

Putra dan putri asli dari Papua merupakan penentu masa depan bangsa karena mereka kelak juga akan membina keluarga, sehingga jika sejak dari diri mereka sendiri telah terjadi peningkatan kualitas hidup seperti kesehatan dan kecerdasan, maka hal tersebut jelas akan ditularkan kepada keturunan mereka dan terus menyambung hingga bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang semakin maju.

Tidak bisa dipungkiri bahwa menjadi salah satu faktor peningkatan kualitas dan daya hidup sumber daya manusia (SDM) di Papua adalah berkurangnya angka stunting lantaran ancaman dari stunting terbukti menjadi penghambat bagi perkembangan dan pertumbuhan anak yang juga akan sangat berimplikasi pada menurunnya kualitas SDM bangsa.

Kepala Bidang Pembinaan SMK pada Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Yulianus Kuayo mengatakan bahwa untuk mencoptakan sumber daya manusia Bumi Cenderawasih yangunggul dan berdaya saing di masa depan, tentunya hal tersebut harus dipersiapkan sejak usia sedini mungkin.

Salah satunya adalah melalui berbagai program dari Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN RI) untuk Papua, termasuk Papua Youth Creative Hub (PYCH) yang merupakan wadah bagi para pemuda di Bumi Cenderawasih untuk semakin meningkatkan seluruh kompetensi mereka baik secara akademik maupun non-akademik.

Terlebih, program PYCH sendiri juga telah terintegrasi dengan sangat baik pada masyarakat orang asli Papua (OAP) sehingga mampu merealisasi pemenuhan kebutuhan penerus generasi bangsa secara utuh, mereka menerima stimulan dan berkesinambungan dalam keterpaduan (holistik integratif) untuk menjadi SDM yang bermutu tinggi.

Sementara itu, upaya untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 ini tentunya tidak akan bisa berhasil dengan optimal jika tidak disertai dengan kerja sama yang baik dan koordinasi antar berbagai sektor terkait, sehingga bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah pusat saja.

Dalam hal tersebut, peranan dari Pemerintah Daerah (Pemda) di Papua sendiri juga menjadi sangat penting. Maka dari itu, sejumlah bahasan terus disajikan dengan tujuan untuk mengedepankan upaya transformatif dalam memastikan tercapainya cita-cita Indonesia Emas 2045 tersebut oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat melalui Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan, Dr. Nicolas U. Tike menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan oleh Pemda Papua dalam mendukung penuh tercapainya visi Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang adalah dengan terus menghimpun berbagai macam aspirasi atau harapan dari masyarakat terhadap bagaimana tujuan sasaran pembangunan daerah agar benar-benar tepat guna dan tepat sasaran seseuai dengan kehendak rakyat.

Lantaran Papua sendiri merupakan satu kesatuan atau menjadi bagian integral yang sama sekali tidak bisa dipisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga Bumi Cenderawasih menjadi kunci penting untuk suksesnya mewujudkan visi Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang.

*) Mahasiswa Papua tinggal di Bali

Akhiri Perbedaan dalam Kontestasi Politik, Rukun Bersatu Usai Pemilu

Oleh: Nial Fitriani

Masyarakat harus segera mengakhiri perbedaan dalam kontestasi politik, kini saatnya untuk rukun bersatu usai perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu). Terlebih dalam momentum perayaan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah seperti sekarang ini, dengan rukun bersatu akan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Kerukunan dan persatuan usai pelaksanaan Pemilu merupakan hal yang penting, karena sejatinya kontestasi politik beberapa waktu yang lalu bertujuan utama untuk merealisasikan dan menjunjung tinggi asas demokrasi di Indonesia.

Meski di Tanah Air sangat banyak terjadi adanya saling perbedaan di tengah masyarakat, seperti perbedaan pandangan atau pendapat dalam Pemilu, namun sebenarnya bangsa ini sudah sangat terbiasa untuk hidup rukun bersatu dan berdampingan sebagaimana asas Bhinneka Tunggal Ika yang digagas oleh para pendiri bangsa.

Setelah melewati pesta demokrasi 2024 beberapa waktu lalu, kini saatnya untuk mewujudkan keberkahan bagi seluruh masyarakat di Indonesia. Sedangkan dalam rangka merealisasikan keberkahan tersebut, menurut Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Yaqut Cholil Qoumas adalah dengan mengakhiri perbedaan dan merajut persatuan.

Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah mendatangkan keberkahan bagi masyarakat dan mampu semakin memperkokoh adanya persatuan serta kesatuan setelah bangsa ini melalui pesta demokrasi dan kontestasi politik yang sangat luar biasa. Perayaan Hari Lebaran mampu menjadi titik balik dari semua perbedaan yang terjadi belakangan.

Maka dari itu hendaknya seluruh masyarakat mampu terus menjaga situasi yang damai supaya tali silaturahmi antar warga tidak sampai terputus. Pasalnya, dengan tidak memutus tali silaturahmi antar masyarakat akan mampu memperpanjang usia, memperluas rezeki dan semakin menambah kebaikan pada bangsa ini.

Adanya perbedaan

Senada, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian juga sangat berharap supaya perayaan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah menjadi momen untuk membawa kebahagiaan dan juga kedamaian, terlebih usai pelaksanaan Pemilu beberapa waktu lalu.

Sebagai sesama anak bangsa, tentunya seluruh masyarakat Indonesia sangat berharap agar negara ini bisa melangkah lebih maju lagi dari sebelumnya, sehingga tentunya mewujudkan persatuan merupakan hal yang wajib untuk dilakukan.

Sebenarnya bangsa ini juga secara perlahan berhasil merealisasikan kemajuan, termasuk pada asas demokrasinya karena berjalannya kontestasi politik dalam Pemilihan Umum (Pemilu) berlangsung dengan aman dan lancar.

Keberhasilan berjalannya Pemilu terlihat dari masyarakat yang sangat guyub, sehingga adanya perbedaan sudah tidak perlu lagi dipertentangkan. Apalagi pada saat ini, yang mana pencoblosan sudah dilaksanakan dan hasil akhir dari penghitungan suara pun telah diumumkan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bangsa ini yang terdiri dari beragam sekali masyarakat, beragam budaya, adat, bahasa, dan sebagainya sebenarnya juga merupakan hal yang sangat biasa di tengah warga. Bahkan sejak dulu sebelum merdeka, negara ini mampu mengusir para penjajah dengan kekuatan persatuan dan kesatuan rakyat.

Dengan baiknya pelaksanaan kontestasi politik di Indonesia, juga nantinya akan mampu melahirkan pada pemimpin atau wakil rakyat yang sangat memahami bagaimana pemikiran atau keinginan masyarakatnya sendiri dan mampu menghasilkan sosok pemimpin yang sangat dicintai oleh warga di seluruh pelosok negeri sehingga ke depannya akan mewujudkan kemajuan bangsa lebih baik dari sebelumnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Aria Bima juga mengajak seluruh kalangan masyarakat untuk melupakan adanya perbedaan yang terjadi pada masa Pemilu beberapa waktu lalu.

Terjadinya perbedaan pada kontestasi politik tersebut harus selesai karena jika hal tersebut tetap ada, maka jelas akan mempengaruhi bagaimana sosiologis di tingkat masyarakat dan menjadikannya bersekat-sekat.

Momentum perayaan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah ini harus diimbangi juga dengan adanya rekonsiliasi batin usai adanya perbedaan pada Pemilu tersebut. Hendaknya terjadinya dinamika mampu selesai pada sidang Mahkamah Konstitusi (MK) saja mengenai adanya sengketa pemilihan umum sebagaimana terkanalisasi di tingkat pusat.

Perbedaan puluhan dan sikap dalam Pemilu merupakan hal yang sangat lumrah, sehingga hendaknya hal tersebut tidak memecag belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Karena memang pada dasarnya, tujuan dari dilaksanakannya kontestasi politik tersebut adalah untuk bisa mencapai masyarakat yang demokratis, adil dan makmur.

Karena segenap tumpah darah bangsa Indonesia ini merupakan satu keluarga yang bisa saja terjadi perbedaan sikap atau gesekan, namun hendaknya jangan sampai menyebabkan negara ini menjadi tercerai berai.

Dalam sebuah keluarga (negara) yang harmonis, maka keluarga tersebut harus memiliki semangat gotong royong untuk mewujudkan masyarakat lebih adil dan makmur. Adanya perbedaan tersebut baiknya bisa disikapi sebagai bentuk anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus dihormati dan dihargai semua pihak.

Wujudkan masyarakat yang rukun dan bersatu sesuainya pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, mampu mengakhiri adanya perbedaan sikap dan pandangan pada kontestasi politik yang sebenarnya juga telah berakhir beberapa waktu lalu untuk menciptakan bangsa yang lebih harmonis sehingga bersama mencapai kemajuan dengan sikap gotong royong.

*) KontributLapak Baca Indonesia

Raih Prestasi Wujudkan Mimpi, AMN Manado Wadah Pemuda Aktualisasikan Kompetensi

Oleh: Bimo Ariyan Beeran*)

Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Manado merupakan wadah bagi para pemuda untuk semakin mengaktualisasikan seluruh bakat serta kompetensi mereka untuk bisa meraih prestasi setinggi mungkin dan mewujudkan seluruh mimpi mereka.

Tentunya sudah menjadi kewajiban bagi negara ini untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang terdidik atau memiliki kualitas unggul dengan adanya pendidikan yang baik. Salah satu upaya tersebut dijalankan oleh Pemerintah melalui Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN RI) selaku inisiator atas pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Manado.

Sehingga dengan demikian, bisa dikatakan pula bahwa AMN tersebut merupakan sebuah upaya negara untuk merawat generasi muda penerus bangsa agar mereka mampu meraih prestasi setinggi mungkin untuk mewujudkan berbagai mimpi mereka serta agar mereka bisa semakin mengaktualisasikan beragam kompetensinya tanpa batas.

Sudah menjadi sifat dari para pemuda yakni merupakan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki banyak sekali bakat atau potensi terpendam. Sehingga sayang sekali jika banyaknya potensi yang mereka miliki tersebut ternyata tidak bisa tersalurkan dengan baik atau jika misalnya mereka tidak memiliki wadah untuk menyalurkan kompetensinya.

Padahal, jika seluruh kompetensi para pemuda itu bisa tersalurkan dengan baik dan optimal, maka bukan tidak mungkin bangsa ini akan menjadi bangsa yang jauh lebih maju ke depannya dengan ditopang oleh para generasi penerus yang memiliki kualitas tinggi dengan daya saing yang baik.

Sejatinya setiap anak muda di Indonesia tentunya telah memiliki minat dan bakat mereka masing-masing yang mungkin saja saling berbeda. Akan tetapi tentunya minat dan bakat tersebut tidak akan langsung muncul menjadi sebuah keahlian begitu saja jika tidak digali dan diasah.

Oleh karena itu, sangat penting adanya ruang atau wadah bagi para anak muda tersebut supaya mereka bisa terus mengembangkan potensi yang dimilikinya. Salah satunya adalah dengan mengikuti berbagai macam program bermanfaat, seperti halnya Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) yang diinisiasi oleh BIN RI.

Semakin tersedianya fasilitas atau ruang dan wadah bagi partisipasi para generasi muda di tengah masyarakat, maka juga berarti semakin mendorong kreativitas mereka untuk tumbuh dan berkembang. Dengan kata lain, maka menjadi semakin bagus juga talenta yang mereka miliki pada bidangnya masing-masing.

Terlebih, sebenarnya bakat dan potensi yang dimiliki oleh para pemuda di Indonesia sama sekali tidak kalah dengan minat dan bakat yang dimiliki oleh anak-anak dari negara lain. Bahkan, tidak jarang para pemuda di Tanah Air mendapatkan apresiasi tinggi di kancah internasional dalam beberapa bidang seperti olahraga, akademik hingga bidang kemampuan khusus.

Keberhasilan dari para pemuda itu untuk meraih prestasi dan mewujudkan seluruh mimpi atau cita-cita mereka tentunya disebabkan salah satunya karena mereka bisa mengasah bakat dan minat yang dimilikinya melalui keterlibatan dalam program yang bermanfaat seperti AMN.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Utara (BPPW Sulut), Ir. Nurdiana Habibie menjelaskan bahwa ruang lingkup pembangunan AMN Manado terdiri dari lingkup pekerjaan tower asrama putra dan asrama putri, kemudian adanya gedung pertemuan, ruang serbaguna, lapangan olahraga, taman, akses jalan dan area parkir.

Lebih lanjut, Konsultas pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara dari Universitas Indonesia (UI), Gumilar mengungkapkan bahwa di dalam asrama tersebut tidak hanya berupa kamar saja, namun juga ada perpustakaan dan ruang pembinaan.

Pada ruang pembinaannya sendiri, para pemuda itu akan mendapatkan banyak didikan dan binaan mengenai berbagai macam hal seperti entrepreneurship, kemudian mereka juga akan dibina nilai kebangsaan, diajak untuk bisa berintegrasi satu sama lain untuk semakin membangun tradiri multikultural di Indonesia dan juga menanamkan komitmen para penerus generasi bangsa itu pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara itu, Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Ir. Essy Asiah menyampaikan bahwa tujuan pembangunan AMN adalah sebagai sebuah wadah untuk mempersatukan para pemuda, khususnya di kalangan mahasiswa dari berbagai suku bangsa, berbagai bahasa, berbagai budaya dan agama yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Penyatuan berbagai macam latar belakang para pemuda itu dalam rangka untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) muda yang berkualitas, berintegritas dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Kemudian Wakapokja AMN Manado Badan Intelijen Negara, Idham Malik juga menambahkan bahwa gedung Asrama Mahasiswa Nusantara itu memang untuk semakin mempersatukan para mahasiswa dan mahasiswi dari seluruh pelosok Tanah Air supaya mereka bisa saling menghargai budaya masing-masing dalam bingkai NKRI.

Dengan banyaknya fasilitas lengkap yang sangat memadai tersebut, maka bukan tidak mungkin kompetensi yang dimiliki oleh para pemuda tersebut akan benar-benar mampu teraktualisasi dengan sangat optimal sehingga membantu mereka pula dalam meraih prestasinya entah itu pada bidang akademik maupun non-akademik dan menjadikan para pemuda itu bisa mewujudkan mimpi mereka. AMN Manado memang merupakan sebuah wadah terbaik dalam aktualisasi kompetensi para pemuda itu.

*) Kontributor Ruang Baca Nusantara


Rabu, 10 April 2024

Rawat Persatuan Pasca Pemilu, Idul Fitri Momentum Terbaik Wujudkan Rekonsiliasi Nasional

Oleh : Dhita Karuniawati )*

Pesta demokrasi atau Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 telah usai. KPU juga sudah menetapkan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota legislatif terpilih periode 2024-2029. Bukan tidak mungkin, perbedaan pilihan politik sejak awal tahapan Pemilu hingga pasca penetapan hasilnya oleh KPU membuat suhu politik semakin memanas dan berdampak pada menguatnya polarisasi di masyarakat. Kini saatnya seluruh masyarakat Indonesia kembali merajut persatuan guna mewujudkan rekonsiliasi nasional pasca Pemilu 2024. Salah satu momentum terbaik untuk mewujudkannya adalah Idul Fitri 1445 H.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Muhammad Sarmuji mengatakan rekonsiliasi nasional penting untuk dilakukan pasca Pemilu 2024, karena menjadi fondasi yang krusial untuk menciptakan stabilitas sosial, politik, dan ekonomi demi mewujudkan pembangunan bangsa dan negara yang berkelanjutan.

Membangun rekonsiliasi bisa dengan memanfaatkan momentum Idul Fitri guna menciptakan situasi kondusif setelah Pemilu 2024, demi menyongsong pembangunan bangsa yang berkelanjutan.

Rekonsiliasi nasional sangat penting dalam menjaga stabilitas politik, yang merupakan prasyarat bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dalam rangka mencapai rekonsiliasi nasional, diperlukan sikap legowo dan kenegarawanan dari semua pihak yang terlibat dalam proses politik. Era kontestasi telah berakhir, dan saatnya bagi seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu kembali sebagai bagian dari keluarga besar bangsa.

Semua pihak yang menginginkan kemajuan bagi negara ini pasti akan selalu mendukung proses rekonsiliasi. Jika ada pihak-pihak yang berusaha menghalangi upaya rekonsiliasi, maka pihak tersebut tidak menginginkan kemajuan pembangunan bangsa dan negara. Momentum perayaan Idul Fitri harus dimanfaatkan secara optimal untuk membangun dialog dan perdamaian di antara berbagai pihak yang terlibat dalam politik.

Senada dengan Samuji, Pj Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena mengatakan setelah perhelatan Pemilu 2024 yang baru-baru ini berlangsung, mari kita semua bersatu kembali, tidak terpaku pada perbedaan, melainkan membangun kebersamaan yang lebih kuat. Sudah saatnya kembali merajut tali silaturahmi, mempererat hubungan sosial, serta memupuk persatuan dan kesatuan.

Samuji berharap, dengan semangat Idul Fitri akan mampu mewujudkan kehidupan yang lebih harmonis, damai, serta sejahtera bagi kita semua. Mari kita bersama-sama melanjutkan perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik setelah menjalani Pemilu 2024. Sebab, merupakan kewajiban bagi kita untuk menjadikan momen Idul Fitri sebagai momentum untuk menyatukan hati dan pikiran, serta menguatkan ikatan persaudaraan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmato mengatakan bahwa Ramadan yang jatuh tanggal dan bulannya selepas pelaksanaan Pemilu 2024 harus dijadikan momen rekonsiliasi politik para pemimpin bangsa dan politisi di negeri ini. Karena dengan rekonsiliasi politik ini diharapkan ketegangan selama masa Pemilu kemarin bisa menurun dan harus dihilabgkan.

Bulan Ramadan tahun ini merupakan momentum yang tepat untuk meredakan ketegangan, pasca Pilpres dan Pileg 2024. Ramadan selalu menghadirkan kesejukan hati. Rasa itu tidak hanya dirasakan umat Muslim tapi juga dirasakan seluruh penduduk beragama lain. Suasana ini akan mendorong terjadinya rekonsiliasi. Kita butuh persatuan untuk membangun bangsa yang sama-sama kita cintai ini. Residu politik pasca Pemilu harus dibersihkan di bulan Ramadan, sehingga pada hari raya Idul Fitri semua pihak saling memaafkan.

Saatnya kita kembali bersama-sama membangun lingkungan yang inklusif dan berdampingan secara damai. Mari kita saling menghormati perbedaan pendapat dan menghargai keragaman budaya yang ada di lingkungan kita. Dengan semangat Idul Fitri, mari kita jadikan hubungan sosial yang harmonis sebagai pondasi dalam membangun masyarakat yang adil dan sejahtera.

Pada intinya rekonsiliasi nasional sangat penting pasca Pemilu 2024. Selain menghindari perpecahan berpendapat dan sentimen pasca Pemilu, rekonsiliasi juga sebagai jalan akurat untuk saling mengedepankan pentingnya persatuan dan kerukunan dalam hidup berbangsa serta bernegara. Selain itu, rekonsiliasi juga berperan sebagai edukasi untuk seluruh masyarakat Indonesia agar tidak melahirkan ujaran kebencian pasca Pemilu.

Untuk itu, mari bersama-sama kita membangun rasa toleransi tanpa ada kebencian. Baik itu melalui media sosial ataupun tindakan langsung. Karena hal itulah yang akan berpengaruh pada karakter seseorang. Hingga seseorang bisa memahami jati diri bangsa Indonesia yang selalu mengedepankan budaya toleran. Pemilu juga bisa dimaknai sebagai pesta demokrasi yang mengedepankan prinsip keutuhan bangsa Indonesia jauh lebih utama.

Jangan pernah ada kebencian dan kejahatan dalam berkompetisi. Mari saling merangkul untuk membangun bangsa, membangun Indonesia, yang kemudian akan berguna untuk masyarakatnya. Indonesia itu damai, terbukti dengan banyaknya perbedaan di dalamnya. Maka sudah seharusnya kita mempertahankan perdamaian ini. Semua kalangan harus bisa berbesar hati membangun upaya rekonsiliasi nasional pasca pesta demokrasi Indonesia. Semua eksponen politik di Indonesia juga mesti memiliki sikap besar hati untuk kembali membangun keakraban dan harmoni pasca Pemilu 2024.

)* Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

Ad Placement

opini

internasional

trending